Gaji Pemain Borneo FC Samarinda 2025/2026

Borneo FC Samarinda bukan hanya kebanggaan Kalimantan Timur, tapi juga salah satu proyek sepak bola paling serius di Indonesia saat ini. Musim 2025/26 menjadi musim yang penuh ambisi bagi Pesut Etam, dengan investasi besar di semua lini mulai dari bomber Joel Vinicius dan Mariano Peralta di depan, jangkar lini tengah Kei Hirose, hingga rekrutan-rekrutan asing baru yang langsung menjadi andalan. Target mereka bukan sekadar papan atas Super League, tapi juga bersaing di level Asia melalui AFC Champions League Two.
Seluruh angka dalam artikel ini disusun menggunakan metodologi Yalla.ID Salary Index, yang menggabungkan nilai pasar, histori kontrak, standar kompensasi liga, dan laporan media terpercaya. Manajemen Borneo FC tidak pernah mengumumkan detail kontrak pemain secara publik, sehingga angka yang sudah dikonfirmasi berbagai sumber media kami sajikan mendekati angka tunggal, sementara yang belum terkonfirmasi kami sajikan sebagai kisaran estimasi.
Tabel berikut adalah ringkasan estimasi gaji seluruh pemain utama Borneo FC Samarinda di musim ini:
| Pemain | Posisi | Status | Estimasi Gaji / Bulan |
|---|---|---|---|
| Mariano Peralta Argentina | Winger / Striker | Asing | Rp 300 – 450 juta |
| Joel Vinicius Brasil | Striker | Asing | Rp 280 – 400 juta |
| Juan Felipe Villa Ruiz Kolombia | Gelandang Serang | Asing | Rp 250 – 350 juta |
| Kei Hirose Jepang | Gelandang Tengah | Asing | Rp 200 – 300 juta |
| Christophe Nduwarugira Burundi / Belgia | Bek Tengah | Asing | Rp 180 – 260 juta |
| Kaio Nunes Brasil | Striker / Winger | Asing | Rp 180 – 250 juta |
| Ousmane Camara Maiket Guinea | Striker | Asing | Rp 150 – 220 juta |
| Westherley Garcia Nogueira Brasil | Bek Kiri | Asing | Rp 150 – 200 juta |
| Cleylton Santos Brasil | Bek Tengah | Asing | Rp 130 – 190 juta |
| Mohamad Baker El Housseini Maroko | Bek Tengah | Asing | Rp 120 – 180 juta |
| Mohammad Anez Venezuela | Gelandang | Asing | Rp 120 – 170 juta |
| Diego Robie Michiels Belgia / Indonesia | Bek Kanan | Naturalisasi | Rp 120 – 180 juta |
| Nadeo Argawinata Indonesia | Kiper | Lokal | Rp 150 – 220 juta |
| Komang Teguh Trisnanda Indonesia | Bek Tengah | Lokal | Rp 120 – 180 juta |
| Marcos Astina Indonesia | Gelandang | Lokal | Rp 80 – 150 juta |
| Ikhsan Nul Zikrak Indonesia | Gelandang | Lokal | Rp 80 – 130 juta |
| Ardi Idrus Indonesia | Bek Kiri | Lokal | Rp 80 – 140 juta |
| Rayhan Utina Indonesia | Bek | Lokal | Rp 60 – 100 juta |
| Muh Redzuan Fachgi Indonesia | Gelandang Serang | Lokal | Rp 60 – 100 juta |
| Andhika Putra Setiawan Indonesia | Kiper | Lokal | Rp 40 – 80 juta |
Yang langsung terlihat dari tabel di atas adalah betapa dalamnya investasi Borneo FC di lini asing. Dari sebelas pemain asing dalam skuad utama, hampir semuanya menempati posisi kunci di tiga lini. Sementara pemain lokal andalan seperti Nadeo Argawinata mendapat kompensasi yang lebih kompetitif dibanding rata-rata pemain lokal di liga ini, kesenjangan dengan pemain asing tetap sangat nyata. Rata-rata pendapatan pemain reguler di skuad Pesut Etam diperkirakan berada di rentang Rp 150 hingga Rp 200 juta per bulan.
1. Mariano Peralta
Penyerang asal Argentina ini adalah pemain dengan valuasi pasar tertinggi di seluruh skuad Borneo FC dan sudah menjadi andalan sejak bergabung pada 2024. Kemampuan dribel, pergerakan tanpa bola, dan naluri golnya menjadikan Peralta pemain yang paling ditakuti lawan di skuad ini. Berdasarkan kalkulasi Yalla.ID Salary Index, estimasi pendapatannya berada di kisaran Rp 300 hingga Rp 450 juta per bulan, nominal yang sudah mencakup berbagai variabel termasuk bonus performa dan kontribusi individu.
2. Joel Vinicius
Striker asal Brasil ini adalah rekrutan anyar yang langsung membuktikan diri musim ini. Tidak butuh waktu lama bagi Vinicius untuk menjadi salah satu ancaman paling berbahaya di lini depan Borneo FC, dan kontribusi golnya dari menit-menit awal musim sudah menunjukkan bahwa manajemen membuat keputusan yang tepat. Estimasi gajinya berada di kisaran Rp 280 hingga Rp 400 juta per bulan, menempatkannya sebagai penerima gaji tertinggi kedua di skuad ini.
3. Juan Felipe Villa Ruiz
Gelandang serang asal Kolombia ini adalah pemain yang memberikan dimensi kreatif yang berbeda bagi Borneo FC. Kemampuannya dalam menciptakan peluang dan menembus ruang sempit di lini tengah menjadi senjata tersendiri bagi sistem permainan Pesut Etam. Sebagai rekrutan anyar di musim ini, Villa langsung dianggap sebagai elemen krusial oleh manajemen, yang tercermin dari estimasi kompensasinya di kisaran Rp 250 hingga Rp 350 juta per bulan.
4. Kei Hirose
Tidak ada pemain yang lebih identik dengan Borneo FC selain Kei Hirose. Gelandang asal Jepang ini bergabung sejak 2021 dan sudah menjadi simbol kontinuitas serta fondasi taktis tim selama bertahun-tahun. Kontraknya yang diperpanjang hingga 2026 adalah bukti nyata bahwa manajemen memandangnya bukan sebagai pemain musiman, melainkan sebagai identitas klub itu sendiri. Nilai pasarnya yang diperkirakan di kisaran Rp 4 hingga 5 miliar mencerminkan statusnya sebagai salah satu gelandang paling berharga di Super League.
5. Christophe Nduwarugira
Bek asal Burundi berdarah Belgia ini telah menjadi salah satu bek asing paling andal di Super League selama beberapa musim terakhir. Kemampuannya membaca permainan, memenangkan duel udara, dan mengarahkan lini pertahanan secara kolektif menjadikannya jauh lebih berharga dari sekadar angka di lembar statistik. Estimasi gajinya di kisaran Rp 180 hingga Rp 260 juta per bulan mencerminkan posisinya sebagai bek asing senior yang sudah teruji di liga ini.
6. Nadeo Argawinata
Di antara semua pemain lokal dalam skuad Borneo FC, tidak ada yang punya profil lebih besar dari Nadeo Argawinata. Kiper timnas Indonesia ini sudah mencatatkan 1.980 menit bermain di Super League musim ini dan secara konsisten menjadi tembok terakhir yang bisa diandalkan. Nilainya sebagai kiper lokal terbaik di liga ini memberinya posisi negosiasi yang lebih kuat dari pemain lokal kebanyakan, dan estimasi gajinya di kisaran Rp 150 hingga Rp 220 juta per bulan mencerminkan status tersebut.
7. Komang Teguh
Komang Teguh Trisnanda adalah salah satu bek muda paling menjanjikan yang dimiliki sepak bola Indonesia saat ini. Kehadirannya di skuad Borneo FC bukan sekadar sebagai pelapis, tapi sebagai bagian dari inti pertahanan yang sudah dipercaya. Statusnya sebagai pemain timnas yang masih dalam tahap berkembang menempatkan estimasi gajinya di kisaran Rp 120 hingga Rp 180 juta per bulan, angka yang kemungkinan akan naik signifikan seiring dengan perjalanan kariernya.
Skuad Termahal Keempat, Ambisi Tanpa Batas
Borneo FC bukan Persib atau Persija dalam hal anggaran total, tapi mereka adalah klub yang paling efisien dalam mengalokasikan dana yang tersedia. Dengan total nilai pasar skuad yang diperkirakan mendekati Rp 92 miliar, Pesut Etam adalah tim dengan nilai pasar terbesar keempat di Super League musim ini. Setiap keputusan rekrutmen, dari kontrak panjang Kei Hirose hingga bomber baru Joel Vinicius yang langsung produktif, mencerminkan filosofi manajemen yang membangun tim untuk menang sekarang sekaligus membangun fondasi untuk musim-musim berikutnya.


