Gaji Pemain Persebaya 2025/2026

Berdasarkan Yalla.ID Salary Index
Persebaya Surabaya adalah salah satu klub dengan sejarah paling kaya di Indonesia. Berdiri sejak 1927, Bajul Ijo bukan sekadar tim sepak bola, mereka adalah identitas Kota Surabaya yang dijaga dengan kebanggaan oleh ratusan ribu Bonek. Musim 2025/26 menjadi musim yang ambisius dengan kedatangan Francisco Rivera sebagai playmaker, trio lini depan Bruno Moreira, Mihailo Perovic, dan Malik Risaldi, serta beberapa rekrutan penting di lini pertahanan dan tengah.
Seluruh angka dalam artikel ini disusun menggunakan metodologi Yalla.ID Salary Index, yang menggabungkan nilai pasar, histori kontrak, standar kompensasi liga, dan laporan media terpercaya. Direktur Operasional Persebaya Candra Wahyudi pernah menyebut bahwa gaji tertinggi pemain asing di Liga 1 bisa mencapai Rp 250 hingga Rp 300 juta per bulan, sementara pemain lokal bintang bisa mengantongi Rp 130 hingga Rp 150 juta. Namun di musim 2025/26 ini, dengan masuknya pemain-pemain dengan nilai pasar lebih tinggi, standar tersebut sudah bergeser ke atas.
Tabel berikut adalah ringkasan estimasi gaji seluruh pemain utama Persebaya Surabaya di musim ini:
| Pemain | Posisi | Status | Estimasi Gaji / Bulan |
|---|---|---|---|
| Francisco Rivera Meksiko | Gelandang Serang | Asing | Rp 350 – 450 juta |
| Bruno Moreira Soares Brasil | Winger / Kapten | Asing | Rp 280 – 380 juta |
| Mihailo Perovic Montenegro | Striker | Asing | Rp 230 – 320 juta |
| Milos Raickovic Serbia | Gelandang Bertahan | Asing | Rp 200 – 280 juta |
| Pedro Matos Portugal | Gelandang | Asing | Rp 180 – 260 juta |
| Jefferson Silva Brasil | Bek Tengah | Asing | Rp 160 – 230 juta |
| Risto Mitrevski Makedonia Utara | Bek Tengah | Asing | Rp 150 – 220 juta |
| Gustavo Fernandes Brasil | Bek Tengah | Asing | Rp 140 – 200 juta |
| Leo Lelis Brasil | Bek Kiri | Asing | Rp 130 – 190 juta |
| Bruno Paraiba Brasil | Striker | Asing | Rp 130 – 180 juta |
| Gali Freitas Timor Leste | Winger | Asing | Rp 100 – 160 juta |
| Ernando Ari Sutaryadi Indonesia | Kiper | Lokal | Rp 250 – 360 juta |
| Rachmat Irianto Indonesia | Gelandang / Bek | Lokal | Rp 100 – 160 juta |
| Mikael Alfredo Tata Indonesia | Bek Kiri | Lokal | Rp 90 – 150 juta |
| Malik Risaldi Indonesia | Striker | Lokal | Rp 80 – 140 juta |
| Oktafianus Fernando Indonesia | Gelandang | Lokal | Rp 70 – 120 juta |
| Arief Catur Pamungkas Indonesia | Bek Kanan | Lokal | Rp 60 – 100 juta |
| Toni Firmansyah Indonesia | Gelandang | Lokal | Rp 50 – 90 juta |
| Randy Harson Cristian May Indonesia | Bek | Lokal | Rp 40 – 80 juta |
| Andhika Ramadhani Indonesia | Kiper | Lokal | Rp 30 – 60 juta |
Pola yang terlihat di tabel ini sedikit berbeda dari klub-klub lain di Super League. Persebaya memiliki satu pemain lokal, Ernando Ari Sutaryadi, yang kompensasi estimasinya justru melampaui hampir semua pemain asing dalam skuad. Ini bukan kebetulan. Statusnya sebagai kiper utama timnas Indonesia yang sudah menerima gaji sekitar Rp 4,35 miliar per musim menempatkannya dalam kategori yang berbeda dari pemain lokal pada umumnya. Rata-rata pendapatan pemain reguler di skuad Bajul Ijo diperkirakan berada di kisaran Rp 120 hingga Rp 180 juta per bulan.
1. Francisco Rivera
Pemain asal Meksiko ini adalah pemain dengan nilai pasar tertinggi di seluruh skuad Persebaya, tercatat Rp 7,82 miliar, dan sudah menjadi andalan sejak musim lalu. Rivera adalah metronom yang mengatur ritme permainan Bajul Ijo, peran yang tidak bisa dengan mudah diisi oleh siapapun di skuad ini. Manajemen Persebaya mempertahankannya untuk musim ini adalah salah satu keputusan terpenting yang mereka buat di jendela transfer, dan estimasi gajinya di kisaran Rp 350 hingga Rp 450 juta per bulan mencerminkan seberapa besar nilai yang mereka letakkan pada pemain ini.
2. Ernando Ari Sutaryadi
Ini adalah anomali yang menarik dalam struktur gaji Persebaya. Ernando Ari Sutaryadi, kiper lokal yang bergabung sejak 2018 dan sudah bersama Bajul Ijo sejak junior, justru menjadi salah satu pemain dengan kompensasi tertinggi dalam skuad. Gaji per musimnya diperkirakan mencapai Rp 4,35 miliar, atau sekitar Rp 360 juta per bulan, angka yang melampaui mayoritas pemain asing di daftar ini. Statusnya sebagai kiper utama timnas Indonesia yang kontraknya diperpanjang secara multi-year pada Januari 2025 adalah sinyal paling jelas dari seberapa vital ia bagi Persebaya.
3. Bruno Moreira Soares
Bruno Moreira Soares bukan sekadar winger andalan Persebaya, ia adalah kapten yang memimpin dari depan. Kepercayaan manajemen untuk menyematkan ban kapten kepadanya mencerminkan seberapa besar pengaruhnya di dalam dan di luar lapangan. Sebagai pemain dengan nomor punggung 10, tuntutan terhadapnya besar, dan sejauh ini ia terus memenuhi ekspektasi tersebut. Estimasi gajinya di kisaran Rp 280 hingga Rp 380 juta per bulan menempatkannya sebagai penerima gaji tertinggi kedua di antara pemain asing skuad ini.
4. Mihailo Perovic
Persebaya mendatangkan Mihailo Perovic untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Flavio Silva. Striker berusia 28 tahun asal Montenegro ini datang dari FK Jezero dan langsung menjadi tumpuan utama lini depan bersama Bruno Moreira. Usianya yang berada di puncak performa dan pengalamannya di berbagai kompetisi Eropa menempatkan estimasi gajinya di kisaran Rp 230 hingga Rp 320 juta per bulan, sebuah investasi yang sebanding dengan ekspektasi yang diletakkan di pundaknya.
5. Milos Raickovic
Milos Raickovic adalah rekrutan dengan rekam jejak internasional yang paling kaya dalam skuad Persebaya musim ini. Gelandang bertahan Serbia yang pernah bermain di Kazakhstan, Malaysia, dan Korea Selatan ini datang dengan 298 penampilan profesional di balik namanya. Status bebas transfernya memberi Persebaya keuntungan finansial yang signifikan dalam negosiasi, tapi track record dan pengalamannya di berbagai liga Asia memastikan estimasi gajinya tetap berada di level yang kompetitif, di kisaran Rp 200 hingga Rp 280 juta per bulan.
6. Rachmat Irianto
Ada yang lebih dari sekadar kalkulasi finansial dalam kembalinya Rachmat Irianto ke Persebaya. Putra legenda Aji Santoso ini memulai karier di sini, pergi ke Persib Bandung selama tiga tahun, dan kini kembali ke tempat segalanya bermula. Di lapangan ia adalah pemain serbaguna yang bisa mengisi posisi gelandang bertahan, bek tengah, maupun bek kanan dengan sama baiknya, sebuah fleksibilitas yang sangat berharga bagi pelatih manapun. Estimasi gajinya di kisaran Rp 100 hingga Rp 160 juta per bulan mencerminkan posisinya sebagai pemain lokal senior yang berpengalaman.
7. Malik Risaldi
Malik Risaldi adalah striker lokal yang sering kali menjadi pilihan pertama Eduardo Perez di lini depan. Kemampuannya membuka ruang dan mengakhiri peluang menjadikannya pelengkap sempurna untuk Perovic dan Bruno Moreira dalam trio depan Persebaya. Estimasi gajinya di kisaran Rp 80 hingga Rp 140 juta per bulan mencerminkan posisinya sebagai penyerang lokal muda yang masih dalam tahap membangun reputasi, tapi kontribusinya di lapangan sudah melampaui ekspektasi untuk level gaji tersebut.
Bajul Ijo yang Semakin Serius
Persebaya Surabaya bukan tim dengan anggaran terbesar di Super League musim ini. Tapi mereka adalah tim yang tahu persis bagaimana mengalokasikan anggaran yang ada. Francisco Rivera sebagai otak permainan, Ernando sebagai benteng terakhir dengan kompensasi setara pemain asing kelas atas, Bruno Moreira sebagai kapten yang memimpin dari depan, dan beberapa rekrutan bebas transfer seperti Milos Raickovic yang membawa pengalaman berlipat tanpa biaya transfer. Filosofi manajemen Persebaya terlihat jelas: nilai lebih penting dari nama besar.

